vivanews.com - 22/08/2009 06:52
News - Amazon, Microsoft, dan Yahoo akan menandatangani Open Book Alliance yang dipelopori Internet Archive.
Mereka
menentang ketetapan hukum yang bisa menjadikan Google sebagai sumber
utama dalam sebagian besar kegiatan online. "Google berupaya melakukan
monopoli sistem perpustakaan," kata pendiri Internet Archive, Brewster
Kahle, kepada stasiun televisi BBC News, Jumat 21 Agustus 2009.
Kembali ke 2008, raksasa mesin pencari Google mencapai kesepakatan
dengan penerbit dan penulis untuk menetapkan dua tuntutan yang bisa
membuat Google dikenai dakwaan pelanggaran hak cipta, bila menampilkan
dengan tidak sah sejumlah buku atau materi tulis lain.
Dalam
kesepakatan tersebut, Google setuju membayar US$ 125 juta untuk
menciptakan Book Rights Registry, di mana penulis dan penerbit bisa
mendaftarkan karya mereka dan menerima kompensasi.
Penulis dan
penerbit akan mendapat 70 persen dari hasil penjualan buku-buku
tersebut. Sedangkan Google mendapat 30 persen sisanya. Google juga akan
diberi hak untuk mendigitalkan karya yang tidak diketahui pengarangnya.
Itu diyakini mencakup 50-70 persen buku yang diterbitkan setelah 1923.
Berbagai pernyataan terkait kesepakatan itu harus diajukan pada 4
September. Pada awal Oktober, hakim di distrik selatan New York,
Amerika Serikat, akan menimbang apakah kesepakatan itu akan disetujui.
Dalam
perkembangan terpisah, Departemen Kehakiman AS melakukan penyelidikan
anti-monopoli industri untuk mengetahui dampak dari kesepakatan
tersebut.
Berita lainnya