Kamis , 24 Feb 2009 09:37 WIB
Mencari Presiden Indonesia Berbasis Internet
|
|
|
Berita Favorit: |
1328 views |
|
Hargagadget -
Penggunaan media massa baru yang belum digarap oleh kompetitor lain untuk berkampanye terbukti berhasil sejak jaman dulu di pemilu presiden Amerika Serikat. Jika dahulu John F. Kennedy menggunakan televisi yang saat itu sedang berkembang untuk membawanya ke kursi presiden, kini Obama menggunakan media Internet yang nyaris tidak tersentuh oleh tim kampanye pesaingnya John McCain yang cenderung berstrategi konservatif. Strategi ini memang memberi inspirasi banyak pihak dan dipercaya menentukan keberhasilan Obama menjadi presiden negara adidaya tersebut.
Banyak pengamat yakin strategi kampanye Obama yang memilih Internet inilah yang membuat dirinya menang mutlak atas McCain. Arianna Huffington, Editor in Chief The Huffington Post bahkan yakin tanpa Internet, Obama tak akan menjadi presiden bahkan tak mungkin menjadi kandidat sekalipun.
Kampanye Obama di Internet menjadi berbeda karena adanya penggunaan interaksi Web 2.0 yang membuat Obama mampu mengorganisasi para pendukung, memasang iklan berupa program-program sang calon presiden, maupun menjawab serangan-serangan dari para kompetitornya, selain tentunya menggunakan situs www.obama.com untuk menggaet pemilih baru dan menggalang dana. Penggunaan YouTube juga FaceBook untuk menyebarkan pesan-pesannya dalam bentuk video ke seluruh dunia menjadi sangat fenomenal dan terbukti sangat efektif mentransfer nilai-nilai yang ditawarkan Obama ke calon pemilihnya sekaligus mengirit biaya menjadi sekitar $47 juta dollar untuk pemutaran sekitar 14.,5 jam. Jika dialihkan ke televisi, dana yang dikeluarkan bakal jauh lebih besar lagi.
Lalu bagaimana dengan calon presiden Indonesia? Presiden SBY bisa dikatakan yang paling meng-optimalkan penggunaan Internet karena jika kita ketikkan kata “Susilo Bambang Yudhoyono” di Google 15 Februari 2009 ini, setidaknya akan diperoleh 2,580,000 tulisan yang terkait dengan kata kunci tersebut. Ini masih lebih banyak dari kata “Jusuf Kalla” yang muncul sebanyak 1,810,000 kaitan. atau “Megawati Soekarnoputri” yang hanya 698,000 kaitan, bahkan masih kalah dari Hidayat Nur Wahid (841,000) , Sutiyoso (732,000), atau “Amien Rais” (699,000) yang belum tentu mencalonkan diri.
Di Facebook sendiri, salah satu grup bernama Pak SBY beranggotakan 1752 orang, namun masih kalah banyak dibandingkan Sultan Hamengkubuwono yang memiliki fans sekitar2420 orang, Meski masih lebih banyak dari Megawati Sukarnoputri yang memiliki hanya 984 orang anggota.
Di YouTube sendiri nama “susilo bambang yudhoyono” punya 148 video yang kata kuncinya terkait dengannya. Sementara “Jusuf kalla” punya 81 video terkait dengan nama tersebut, dan “megawati soekarnoputri” hanya punya 18 video bahkan masih kalah dibandingkan “sutiyoso” yang punya 37 video ataupun “sultan hamengkubuwono x” yang punya 29 video juga kalah dari “hidayat nur wahid” dengan 36 video`
Namun apakah itu cukup? Jika anda mencari di YouTube kata kunci “Barrack Obama”, akan diperoleh 173.000 video terkait. Itu artinya lebih dari 1161 kali i dari kata SBY. Sementara di Google ada lebih dari 136,000,000 tulisan terkait dengan kata “barrack Obama”. Di FaceBook yang mungkin agak kurang terorganisasi, namun jumlah grup yang terkait dengan Obama jumlah telah mencapai ratusan dengan anggota rata-rata mencapai ratusan. Salah satunya “Barrack Obama For President“berisi hampir 9000 anggota.
Memang jauh membandingkan antara RI dengan Amerika Serikat, namun setidaknya dengan perbandingan ini, kita bisa melihat bagaimana Internet belum mendapatkan porsi penting di Indonesia, bahkan ironisnya oleh calon-calon pemimpin bangsa ini sendiri. Nasib!!