Aditya Hartanto - 23/07/2011 23:43 | 1673 view
Fokus - Secara umum, setidaknya ada dua cara untuk mendapatkan data percakapan dari sebuah nomor GSM dengan nomor lain.
1. Dengan meminta langsung data percakapan tersebut ke pihak operator yang bersangkutan mengingat semua data percakapan tersebut pastilah tercatat. Pihak operator selalu menyimpan data tersebut dan hanya membukanya jika diperlukan untuk kepentingan penyelidikan misalnya oleh kepolisian. Namun jangan khawatir karena pelanggan tetap terlindungi oleh
Undang-Undang Lawful Intercept (LI). Pihak kepolisian menggunakan cara ini mengingat memang sesuai dengan undang-undang tersebut hal ini dimungkinkan
2. Dengan melakukan intercept di tengah percakapan melalui alat-alat penyadap yang semakin lama semakin canggih. Cara ini yang beberapa waktu lalu menjadi pembicaraan hangat dan dilakukan oleh KPK yang memang memiliki peralatan canggih tersebut.
Lalu bagaimana proses sadap-menyadap ini bisa terjadi ? Jika diperhatikan, ada beberapa jenis percakapan yang terjadi baik dari atau ke pengguna seluler (GSM/CDMA) maupun dari atau jaringan komunikasi lain misalnya PSTN (
public switched telephone network) atau biasa anda kenal dengan telepon
Fixed Line.
Percakapan antara berbagai pengguna layanan komunikasi tersebut pastilah akan melalui media pengantar tertentu. Sebagai contoh, seandainya komunikasi berlangsung antara PSTN dengan GSM maka komunikasi akan berlangsung melalui kabel telepon kemudian menuju operator GSM yang bersangkutan sebelum dipancarkan lewat udara ke HP tujuan oleh BTS (
Base Transceiver Station) terdekat dengan HP tersebut.
Artinya dalam situasi ini, penyadapan dapat dilakukan pada dua media, lewat line telepon yang berarti disadap di dekat line pengirim, atau dapat juga dilakukan penyadapan lewat udara di sekitar BTS dari GSM penerima. Jika penyadapan dilakukan ke line PSTN, maka biasany dilakukan dengan mencangkokkan sebuah peralatan ke
Distribution Point (DP)/ Rumah Kabel (RK) yang ada di jaringan PSTN telkom. Anda bisa melihat contoh RK dari jaringan telkom ini banyak terlihat di tepi jalan raya berupa kotak cukup besar berukuran sekitar 2-3 meter kubik. Cara lain penyadapan dilakukan ke Main Distribution Frame (MDF) atau biasa dikenal sebagai sentral namun syaratnya membutuhkan akses ke perangkat tersebut.
Sayangnya cara penyadapan ke jaringan PSTN ini kurang halus, karena kualitas suara yang dihasilkan di penerima maupun pengirim menjadi menurun. Ini tentunya menimbulkan kecurigaan baik pengirim maupun penerima. Hasil rekaman hasil penyadapan juga menjadi kurang jernih dan bisa mengganggu penyidikan. Penurunan kualitas ini karena sebagian daya yang dialirkan melalui line telepon akan tersedot sebagian ke alat penyadap tersebut. akibatnya daya yang diterima juga menurun.
Lalu bagaimana cara lainnya? ikuti tulisan berikutnya.
Berita lainnya